Khutbah Idul Fitri
Masjid Jami’ Bani Umayyah (Al-Umawi), Damaskus
1 Syawal 1447 H • Suriah
Kemenangan • Syukur • Revolusi Suriah • Persatuan Umat
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
★ Catatan Historis
Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1447 H ini disampaikan di Masjid Jami’ Bani Umayyah (Al-Umawi), Damaskus, Suriah — salah satu masjid tertua dan paling bersejarah di dunia Islam. Momen ini sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan 15 tahun Revolusi Suriah, yang pernah dimulai dari kawasan masjid ini dan berakhir dengan kebebasan rakyat Suriah dari rezim yang zalim. Mayoritas ulama, termasuk Ibnu Katsir, berpendapat bahwa tempat turunnya Nabi Isa AS adalah di Masjid Jami’ Al-Umawi (atau dikenal juga sebagai Masjid Agung Umayyah) di Damaskus, Suriah.
■ Khutbah Pertama
Hari Raya yang Membawa Makna Baru
Amma ba’du — wahai hamba-hamba Allah, inilah hari raya baru yang hadir bagi umat. Hari raya, ketika ia datang, membawa kegembiraan, kesenangan, kebahagiaan, dan suka cita bagi umat. Ia datang setelah ketaatan dan ibadah yang ditegakkan seorang hamba di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Hari raya ini hadir untuk menunjukkan kepada kaum muslimin syiar-syiar yang layak diagungkan. Idul Fitri adalah salah satu syiar Allah, dan Dia-lah yang berfirman:
“Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Kami memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dimerdekakan dari api neraka di bulan yang mulia ini, dan agar Dia mengembalikan hari raya ini kepada umat Islam dengan kemenangan, kemapanan, kemuliaan, dan keamanan. Sesungguhnya Dia adalah Wali yang Maha Kuasa atas semua itu.
Idul Fitri yang Berbeda — Bertepatan dengan 15 Tahun Revolusi Suriah
Saudara-saudara yang mulia, hari raya ini adalah hari raya yang berbeda. Ia hadir dengan rasa yang baru dan warna yang baru.
Hari raya ini hadir bersamaan dengan momen bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh rakyat Suriah — yaitu peringatan meletusnya Revolusi Suriah yang penuh berkah. Tepat 15 tahun yang lalu, di dekat masjid besar ini, Masjid Jami’ Bani Umayyah, di kawasan Souq Al-Hamidiyah, demonstrasi-demonstrasi yang menyerukan kebebasan dan keadilan meletus. Begitu pula di Hauran, di depan Masjid Al-‘Umari, rakyat berdiri menyerukan kebebasan dan keadilan.
Demonstrasi-demonstrasi itu segera menyebar hingga meliputi seluruh penjuru provinsi di Suriah. Rakyat turun ke jalan menyerukan kebebasan dan keadilan, menyerukan kejatuhan rezim Ba’ath yang penuh kejahatan — rezim yang mencengkeram dada rakyat Suriah selama bertahun-tahun, menyiksa mereka dengan siksaan yang berat, menindas mereka, merampok harta mereka, dan mencabik kehormatan mereka.
Namun rezim yang hanya mengenal bahasa teror dan intimidasi itu menindas demonstrasi-demonstrasi tersebut dengan besi dan api. Maka para revolusioner pun terpaksa mengangkat senjata untuk mempertahankan darah, kehormatan, dan demonstrasi mereka. Dengan karunia Allah ta’ala, mereka berhasil membebaskan wilayah-wilayah yang luas dari Suriah yang tercinta.
Rezim yang penuh kejahatan itu lalu meminta bantuan dari milisi-milisi sektarian dan kekuatan-kekuatan besar yang ikut campur untuk menindas demonstrasi dan para revolusioner. Mereka meruntuhkan bangunan di atas kepala penghuninya, mengebom masjid-masjid sementara jamaah masih di dalamnya, mengebom sekolah-sekolah. Mereka pun mengusir jutaan rakyat Suriah dengan bus-bus hijau ke Idlib — ingin menjadikannya tungku api terakhir bagi mereka.
Mereka menginginkan sesuatu, namun Allah ta’ala menginginkan sesuatu yang lain. Idlib menjadi ibu yang penuh kasih yang menaungi anak-anaknya di bawah sayapnya. Para mujahidin bersabar dengan kesabaran yang luar biasa, mereka tetap menggenggam senjata mereka. Semua orang mengira revolusi telah mati atau berada di ambang kematian — namun Allah ta’ala menghendaki sesuatu yang lain.
Mereka lupa bahwa revolusi adalah hak, dan kebenaran tidak pernah mati. Mereka lupa bahwa Allah memberi tangguh namun tidak pernah melalaikan. Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah benar-benar memberi tangguhan kepada orang yang zalim. Namun ketika Dia menyiksanya, Dia tidak akan melepaskannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Dan begitulah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih lagi keras.” (QS. Hud: 102)
Maka bergeraklah pasukan-pasukan pembebasan dari Idlib, membebaskan Aleppo, Hamah, Homs, Damaskus, dan pesisir — hingga Suriah kembali kepada rakyatnya dengan karunia Allah subhanahu wa ta’ala. Sihir pun berbalik menimpa sang penyihir, dan tipu daya mereka berbalik menimpa diri mereka sendiri.
✎ Syair Perlawanan yang Dibacakan Khatib:
“Apakah kamu kira ketika kamu membakarku
dan setan menari di atas abuku,
membiarkanku ditiup angin menjadi celak
di mata matahari di padang sahara yang luas —
apakah kamu kira kamu telah menghapus identitasku
dan menghilangkan sejarah dan keyakinanku?
Sia-sia kamu berusaha, tiada binasa bagi seorang revolusioner.
Aku bagaikan kiamat yang suatu hari pasti akan datang.”
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 21)
■ Khutbah Kedua
Kemenangan Ini Harus Dijaga — Amanah Darah Para Syuhada
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya kemenangan yang Allah subhanahu wa ta’ala anugerahkan ini tidak datang kecuali barangkali setiap ratusan tahun sekali. Maka wajib bagi kita untuk menjaga kemenangan ini, menggenggamnya dengan tangan kita, menggigitnya dengan geraham kita, dan menghadapi setiap orang yang mencoba merampas kemenangan ini dari kita.
Demi Allah, antara kita dan mereka tidak ada pemisah kecuali lautan darah para syuhada. Darah para syuhada tidak untuk dijual. Kehormatan para wanita kita yang telah dinodai tidak untuk dijual.
Maka wahai orang-orang yang beriman, wahai rakyat Suriah — wajib bagi kita semua untuk menjaga kemenangan ini. Berpadulah di sekitar pemerintahan dan kepemimpinan kita dalam menghadapi semua agresor yang mencoba merampas kemenangan kita dari kita — baik dari sisa-sisa rezim yang tumbang, anak yatim piatu Assad si penjahat, maupun para penyeru pemisahan dan pembagian wilayah.
Kita semua menyaksikan kampanye media yang ganas di media sosial — mereka mengkritik setiap hal besar dan kecil, mengkritik setiap keputusan yang diambil kementerian atau lembaga mana pun. Mereka mengklaim sedang melakukan reformasi, namun demi Allah merekalah akar dari kerusakan itu sendiri.
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah membuat kerusakan di bumi.’ Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqarah: 11-12)
Kami tidak akan membiarkan siapa pun merampas kemenangan kami yang telah kami korbankan satu juta syuhada untuk meraihnya. Darah satu juta syuhada tidak akan pernah tersia-siakan sia-sia, insya Allah.
Amanah bagi Para Pemimpin — Berlaku Lemah Lembut kepada Rakyat
Kami juga menyampaikan kepada setiap orang yang Allah amanahkan suatu kepemimpinan — baik sebagai pegawai di kantor, direktur lembaga, menteri di kementerian, atau lebih dari itu maupun kurang: Bertakwalah kepada Allah dalam urusan rakyat ini. Jadilah lembut dan penuh kasih kepada mereka.
Kami wasiatkan kepada kalian wasiat Rasulullah ﷺ:
“Ya Allah, siapa yang memegang urusan umatku lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah ia. Dan siapa yang memegang urusan umatku lalu ia berlaku lemah lembut kepada mereka, maka berlaku lemah lembutlah kepada-Nya.” (HR. Muslim)
Wahai segenap kaum muslimin, wahai para pejabat — jadilah orang-orang yang saleh, tegakkanlah keadilan, berbuat ihsanlah, dan persembahkanlah apa yang kalian mampu untuk kemaslahatan negeri dan para hamba Allah.
▶ Doa Penutup Khutbah
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ فَرِّجِ الْهَمَّ عَنَّا وَعَنِ الْمَهْمُومِينَ، وَنَفِّسِ الْكَرْبَ عَنَّا وَعَنِ الْمَكْرُوبِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا أَحْمَدَ الشَّرْعَ، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، اللَّهُمَّ خُذْ بِيَدِهِ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، اللَّهُمَّ هَيِّئْ لَهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ الَّتِي تَأْمُرُهُ بِالْخَيْرِ وَتَحُضُّهُ عَلَيْهِ، وَجَنِّبْهُ بِطَانَةَ الشَّرِّ الَّتِي تَأْمُرُ بِالشَّرِّ وَتَحُضُّ عَلَيْهِ.
اللَّهُمَّ أَدِمِ الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ وَالْإِيمَانَ عَلَى بِلَادِنَا هَذِهِ وَبِلَادِ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَهَا بِخَيْرٍ فَوَفِّقْهُ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَمَنْ أَرَادَهَا بِسُوءٍ فَاشْغَلْهُ فِي نَفْسِهِ.
اللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَ بِلَادَ الْمُسْلِمِينَ بِسُوءٍ وَشَرٍّ فَخُذْهُ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ كُنْ مَعَ إِخْوَانِنَا الْمُجَاهِدِينَ الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَ أَهْلِنَا فِي غَزَّةَ عَوْنًا وَمُعِينًا وَحَافِظًا وَنَاصِرًا وَأَمِينًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
📑 Terjemahan Ringkas Doa:
Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat yang masih hidup maupun yang telah wafat. Ya Allah, lapangkanlah kesedihan dari kami dan dari orang-orang yang berduka. Ya Allah, bimbinglah pemimpin kami kepada apa yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah, jadikanlah keamanan, ketenteraman, dan keimanan terus langgeng di negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin. Siapa yang menginginkan kebaikan bagi negeri ini maka mudahkanlah ia, dan siapa yang menginginkan keburukan bagi negeri ini maka sibukkanlah ia dengan dirinya sendiri. Ya Allah, jadilah penolong dan pelindung saudara-saudara kami yang mujahidin dan tertindas di timur dan barat bumi. Ya Allah, jadilah penjaga dan penolong saudara kami di Gaza.
📢 Pesan Penutup Khatib:
“Dan jangan lupa aku wasiatkan kepada kalian untuk menyambung silaturahmi, berbakti kepada kedua orang tua, dan berbuat ihsan kepada fakir miskin. Berdirilah untuk merayakan hari raya kalian — semoga Allah merahmati kalian. Kullu ‘amin wa antum bikhair.“
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
📌 Khutbah Idul Fitri — Masjid Jami’ Bani Umayyah (Al-Umawi), Damaskus, Suriah
1 Syawal 1447 H • Bertepatan dengan Peringatan 15 Tahun Revolusi Suriah • Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Tema: Kemenangan Suriah • Menjaga Amanah Syuhada • Persatuan • Keadilan
