Khutbah Jum’at — 8 Syawal 1447 H

Amalan-Amalan Penyelamat
dari Api Neraka

Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah

Tauhid • Shalat • Puasa • Akhlak Mulia • Dzikir

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُتَفَرِّدِ بِالْعَظَمَةِ وَالْجَلَالِ، الْمُتَفَضِّلِ عَلَى خَلْقِهِ بِجَزِيلِ النَّوَالِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَفَّقَ عِبَادَهُ لِلطَّاعَاتِ وَأَعَانَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ عَلَّمَ أَحْكَامَ الدِّينِ وَأَبَانَ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ أَهْلِ الْهُدَى وَالْإِيمَانِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kemenangan Hakiki: Selamat dari Api Neraka

Wahai segenap kaum mukminin,

Kemenangan hakiki yang diperjuangkan oleh orang-orang berakal dan terpilih adalah membebaskan diri mereka dari api neraka. Setiap manusia menjalani paginya, lalu ia menjual dirinya — ada yang membebaskan dirinya dari neraka, ada pula yang menjerumuskannya. Kemenangan tidaklah sempurna kecuali dengan masuk surga, sebagaimana firman Allah Yang Maha Agung:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran: 185)

Di akhirat tidak ada tempat ketiga — hanya surga atau neraka. Kata “dijauhkan” (zuhziha) menunjukkan bahwa perkara ini membutuhkan perjuangan dan kesabaran yang besar. Sebab neraka — semoga Allah melindungi kita darinya — dikelilingi oleh syahwat-syahwat, dan syahwat itu sangat memikat jiwa manusia sehingga seseorang sulit berpaling darinya kecuali dengan susah payah.

Dalam Sunan Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketika Allah menciptakan neraka, Dia berfirman: ‘Wahai Jibril, pergilah dan lihatlah ia.’ Maka Jibril pergi dan melihatnya, lalu kembali dan berkata: ‘Demi keagungan-Mu wahai Rabb, tidaklah seseorang mendengar tentangnya lalu mau memasukinya.’ Lalu Allah mengelilinginya dengan syahwat-syahwat. Dia berfirman: ‘Wahai Jibril, pergilah dan lihatlah ia.’ Jibril pergi dan melihatnya, lalu kembali dan berkata: ‘Demi keagungan-Mu, sungguh aku khawatir tidak ada seorang pun yang tersisa kecuali akan memasukinya.'”

Amalan-Amalan yang Membebaskan dari Neraka

Wahai saudara-saudara seiman,

Sebagaimana Allah menjadikan bulan Ramadhan sebagai musim pembebasan dari neraka, maka Dzat Yang Maha Pemurah juga telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Nya amalan-amalan shalih yang dapat membebaskan mereka di sepanjang bulan dalam setahun. Di antaranya:

1. Tauhid dan Mengikhlaskan Ibadah kepada Allah

Ini adalah amalan yang paling agung. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’ dengan mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

2. Menjaga Shalat, Khususnya Fajar dan Ashar

Shalat merupakan sebab agung untuk dibebaskan dari neraka, terutama shalat Fajar dan Ashar. Dalam Shahih Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk neraka seorang pun yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya” — yakni shalat Fajar dan Ashar. (HR. Muslim)

Dan barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya atas neraka.

3. Puasa — Perisai dari Api Neraka

Puasa adalah perisai dan benteng kokoh dari neraka. Jika puasa Ramadhan telah usai, masih ada puasa-puasa sunnah: puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, tiga hari setiap bulan, dan yang paling utama adalah puasa Nabi Dawud — berpuasa sehari dan berbuka sehari.

4. Akhlak yang Baik, Lemah Lembut, dan Mudah Bergaul

Di antara sebab dibebaskan dari neraka adalah akhlak yang baik dan kelembutan terhadap sesama. Wahai engkau yang ingin terbebas dari neraka — jadilah orang yang mudah dalam bermuamalah, lemah lembut terhadap saudaramu, murah senyum di hadapan mereka, dan sabar terhadap mereka.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: “Maukah aku kabarkan kepada kalian orang yang diharamkan atas neraka — atau yang neraka diharamkan atasnya? Yaitu setiap orang yang dekat (mudah dijangkau), lembut, dan mudah bergaul.” (HR. Tirmidzi)

5. Berbuat Baik kepada Anak-Anak Perempuan dan Saudari

Dalam Musnad Imam Ahmad, Nabi ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan atau tiga saudari, atau dua anak perempuan atau dua saudari, lalu ia mempergauli mereka dengan baik, bersabar atas mereka, dan bertakwa kepada Allah dalam urusan mereka — maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat lain: “Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, ia menanggung mereka, menyayangi mereka, dan menanggung biaya mereka — maka surga wajib baginya.” Dikatakan: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika hanya dua?” Beliau menjawab: “Meskipun hanya dua.”

6. Memperbanyak Doa Memohon Perlindungan dari Neraka

Orang yang lemah adalah yang lemah dalam berdoa. Memperbanyak doa meminta dibebaskan dari neraka adalah sebab keselamatan darinya.

Dalam Sunan Tirmidzi, Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa memohon surga kepada Allah tiga kali, surga berkata: ‘Ya Allah, masukkanlah ia ke surga.’ Dan barangsiapa memohon perlindungan dari neraka tiga kali, neraka berkata: ‘Ya Allah, selamatkanlah ia dari neraka.'” (HR. Tirmidzi)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan sifat-sifat hamba-hamba-Nya yang terpilih:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا ○ وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا ○ وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang-orang yang bermalam, mereka bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka. Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Rabb kami, jauhkanlah azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.'” (QS. Al-Furqan: 63-65)

Semoga Allah melindungi kita semua dari neraka. Demikianlah yang saya sampaikan, dan saya memohon ampun kepada Allah untuk saya dan kalian semua.


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَاهُ وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَاهُ وَلَا مَعْبُودَ بِحَقٍّ سِوَاهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ.

Waspada terhadap Bahaya Lisan

Wahai segenap kaum mukminin,

Jika seorang mukmin berupaya melakukan amalan-amalan yang ia harapkan pahalanya berupa pembebasan dari neraka, maka ia juga harus berhati-hati dari apa yang mengandung ancaman masuk neraka. Dan yang paling banyak menjerumuskan manusia ke neraka dengan wajah tertelungkup adalah hasil tuaian lisan-lisan mereka, sebagaimana yang diberitakan Nabi ﷺ.

Sebab kemungkaran lisan itu meruntuhkan bangunan (kebaikan), merusak kasih sayang, menyebarkan kedengkian, dan memecah belah persatuan — apalagi dengan berkembangnya media sosial yang sebagian orang tidak mempedulikannya.

Oleh karena itu, syariat mengharamkan ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba), serta memerintahkan untuk membela kehormatan seorang muslim.

Dalam Musnad Imam Ahmad, Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa membela kehormatan saudaranya di belakangnya (saat tidak hadir), maka menjadi hak Allah untuk membebaskannya dari neraka.” (HR. Ahmad)

Jika ini berlaku untuk kaum muslimin secara umum, maka terhadap para pemimpin dan ulama hal itu lebih besar kedudukannya dan lebih agung hukumnya.

Al-Baqiyat Ash-Shalihat: Amalan Penyelamat di Hari Kiamat

Di antara amalan yang menyelamatkan di Hari Kiamat adalah menjaga al-baqiyat ash-shalihat (amal kekal yang baik).

Dalam Sunan An-Nasa’i, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Kami duduk di sekitar Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda: “Ambillah perisai kalian!” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah dari musuh yang telah datang?” Beliau menjawab: “Bukan, tetapi perisai kalian dari neraka. Ucapkanlah: ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.’ Sesungguhnya kalimat-kalimat itu datang pada Hari Kiamat sebagai penyelamat, pengiring, dan pendahulu. Dan itulah al-baqiyat ash-shalihat.” (HR. An-Nasa’i)

Air Mata Karena Takut kepada Allah

Rasulullah ﷺ juga mengabarkan tentang amalan-amalan mulia yang menyelamatkan pelakunya dari Jahannam:

Dalam Sunan Tirmidzi, Nabi ﷺ bersabda: “Dua mata yang tidak akan disentuh oleh neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang bermalam menjaga (perbatasan) di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)

Ketika seseorang mengingat keagungan Allah dan kekuasaan-Nya, merenungkan keadaannya dan kekurangannya terhadap hak Rabb-nya, lalu ia menangis karena takut akan hukuman-Nya atau takjub akan kemuliaan-Nya — maka ia dijanjikan keselamatan dari neraka. Demikian pula setiap orang yang bermalam menjaga negerinya — itu menjadi sebab keselamatannya dan kemenangannya di Hari Kiamat. Dan jika hal ini berlaku umum untuk seluruh negeri kaum muslimin, maka bagaimana halnya dengan negeri Haramain — bahkan penjaga dan pelayannya, Kerajaan Arab Saudi — semoga Allah menjaganya dari segala keburukan.

Doa Penutup Khutbah

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا رَخَاءً سَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَيِّدْ بِالْحَقِّ إِمَامَنَا وَوَلِيَّ أَمْرِنَا.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا خَادِمَ الْحَرَمَيْنِ الشَّرِيفَيْنِ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ إِلَى مَا فِيهِ عِزُّ الْإِسْلَامِ وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَ بِلَادَ الْحَرَمَيْنِ بِسُوءٍ فَرُدَّ كَيْدَهُ فِي نَحْرِهِ وَاجْعَلْ تَدْبِيرَهُ تَدْمِيرًا عَلَيْهِ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ رِجَالَ أَمْنِنَا وَالْمُرَابِطِينَ عَلَى ثُغُورِنَا.

اللَّهُمَّ حَقِّقْ لِإِخْوَانِنَا فِي فِلَسْطِينَ الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ وَالْاِسْتِقْرَارَ وَالْاِطْمِئْنَانَ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ مُعِينًا وَنَصِيرًا وَمُؤَيِّدًا وَظَهِيرًا.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Terjemahan Ringkas Doa:

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin. Ya Allah, jadikanlah negeri ini aman, tenteram, dan makmur — begitu juga seluruh negeri kaum muslimin. Ya Allah, berikanlah keamanan di tanah air kami dan taufik bagi pemimpin kami. Ya Allah, barangsiapa yang menginginkan keburukan bagi negeri Haramain, kembalikanlah makar mereka dan jadikanlah rencana mereka sebagai kehancuran atas mereka sendiri. Ya Allah, jagalah pasukan keamanan dan penjaga perbatasan kami. Ya Allah, wujudkanlah keamanan dan ketenangan bagi saudara-saudara kami di Palestina. Ya Allah, perbaikilah agama, dunia, dan akhirat kami. Ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari azab neraka.

Khutbah Jum’at Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah

8 Syawal 1447 H / 4 April 2026 M • Tema: Amalan Penyelamat dari Api Neraka

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Tim Media Al-Busthomi NW